Senyawa Halogen Organik - Senyawa Organik - Senyawa Organik

Senyawa Halogen Organik

Senyawa halogen organik adalah tiap senyawa organik yang mengandung ikatan antara Carbon dan Halogen. Biasanya ditemukan dan hasil sumber daya laut seperti ganggang (rumput laut), jarang ditemukan pada tanaman atau binatang darat, kecuali tiroksine, suatu komponen dalam hormon tiroid, tiroglobulin.
Tiroksine 
Zat yang terkandung dalam Hormon Tiroid
Senyawa halogen organik ini dalam kehidupan sehari-hari dipakai dalam anestesi hisap, pelarut dalam pencucian tanpa air, pestisida, penghilang lemak dan zat pendingin. Senyawa ini juga sangat berguna sebagai bahan asal dalam sintesa senyawa organik lain dalam laboratorium atau industri.

Struktur dan ikatan dari senyawa halogen organik

Atom halogen yang biasa diberi simbol X da membentuk ikatan kovalen tunggal dengan karbon. Suatu alkana yang tersubtitusi dengan (RX) disebut suatu haloalkana atau alkil halida. Dalam senyawa ini halogennya terikat pada karbon tetrahedral sp3 yang terhibridasi.

Atom halogen juga dapat terikat pada ikatan rangkap karbon Sp3 yang terhibridasi. Senyawa ini dinamakan vinil halida. Yang berasal dari “vinil”, nama trivial untuk gugusan CH2=CH – . Contoh lain adalah Suatu Vinil Halida. Vinil halida adalah suatu senyawa halogen organik aromatik yang halogennya terikat pada cicin karbon aromatik sp2terhibridasi, Alilik dan benzilik halida adalah senayawa di mana halogennya terikat pada karbon sp3yang terhibridasi dekat dengan karbon sp2yang terhibridasi. Nama untuk golongan ini diambil dari nama allil (CH2=CH CH2 – ) dan gugus benzil (C6H5CH2 – ).

Sifat Fisik Senyawa Halogen Organik

Kecuali atom fluor, atom – atom halogen lainnya, adalah lebih berat dari pada atom – atom lain yang biasa ada dalam senyawa organik. Karena beratnya ini, atom – atom halogen mempengaruhi berat jenis dari senyawa organik tersebut. Apabila ada sebuah pelarut yang mengandung halogen (CH2Cl2, CHCl3,CCl4,Cl2C=CHCl) dan pelarut tersebut bercampur dengan air maka pelarut ini akan mengendap berada di bawah air, ini dikarenakan pelarut yang mengandung halogen memiliki berat molekul yang lebih berat dari air sehingga akan mengendap di bawah air.

Sifat ini berkesebalikan dengan alkana yang lainnya, yang mengapung dengan dalam air. Atom halogen yang besar mudah terpolarisasi. Polarisasi ini akan menyebabkan penguraian dari muatannya sehingga terbentuk molekul halogen organik dan ini akan menyebabkan gaya tarik menarik intermolekuler lebih besar. Gaya tarik menarik  yang besar antara molekkul halogen organik ini menyebabkan titik leleh dan titik didihnya lebih besar dibandingkan dengan senyawa hidrokarbon yang setaraf.

Sifat lain dari senyawa halogen ini antara lain adalah, senyawa halogen organik tidak cukup polar untuk dapat larut dalam air, akan tetapi dalam pelarut yang sedikit polar seperti etanol (CH3CH2OH) dan benzena.
Senyawa Halogen Organik | admin | 4.5

Silahkan tuliskan komentar Anda