Gaya van der Waals pada Senyawa Organik - Senyawa Organik - Senyawa Organik

Gaya van der Waals pada Senyawa Organik

Titik didih pada senyawa organik pada khususnya alkana yang strukturnya yang strukturnya relatif bulat lebih rendah daripada titik alkana yang strukturnya berbentuk oval. Misalnya neopentana (titik didih 9,4oC) dan pentana dengan titik didih 36,1oC. Fenomena ini disebabkan karena luas permukaan struktur berbentuk bulat menghasilkan gaya tarik van der Waals yang lebih rendah daripada struktur berbetuk oval. Senyawa organikyang bersifat nonpolar seperti metana dan etana juga mempunyai gaya tarik antarmolekul dalam fase cair. Interaksi ini lemah dan dikenal juga dengan nama gaya van der Walls atau gaya london (dispersi).

Neopentan
Gerak elektron pada senyawa organik yang konstan dan terjadi distribusi yang cepat, seberapa kecil pun akan menciptakan momen dipol sesaat. Momen dipol sementara dalam molekul dapat menginduksi dipol yang berlawanan dari molekul yang terdekat, maka akan terjadi interaksi tarikan yang sangat pendek. Gaya van der Waals akan meningkat sesuai dengan ukuran molekulnya atau luas dari permukaan senyawa organik tersebut.

Besarnya gaya van der Waals ditentukan oleh polarisasi elektron di dalam molekulnya. Polarisasi merupakan kemampuan elektron untuk merespon perubahan medan listrik. Polarisasi elektron tergantung pada seberapa kuat elektron tersebut terikat.

Sifat – sifat polarisasi elektron dapat dituliskan sebagai berikut :
  • Elektron valensi pada tingkat energi Bohr yang lebih tinggi akan terikat lebih lemah dan terpolarisasi.
  • Elektron tak berikatan atau non-bonding lebih terpolarisasi daripada elektron berikatan.
  • Elektron π lebih terpolarisasi daripada elektron σ

Demikianlah sedikit tulisan mengenai gaya vander Waals pada senyawa organik, dan penentuan dari besarnya gaya van der Waals, jika ada pertanyaan silahkan berkomentar di kolom komentar dibawah ini. Terimakasih…. 
Gaya van der Waals pada Senyawa Organik | admin | 4.5

Silahkan tuliskan komentar Anda